![]() | |||
| Foto: Museum Balanga |
Museum Balanga atau beberapa orang kalimantan biasa menyebutnya
Museum Guci yang dikarenakan dulunya terdapat banyak koleksi guci sebagai
koleksi unggulan yang ada di museum tersebut. Museum Balanga adalah museum
kebanggaannya warga Kalimantan Tengah, terutama warga Kota Palangka Raya,
dimana museum tersebut memiliki banyak koleksi kebudayaan suku Dayak Kalimantan
Tengah.
![]() |
| Foto: Halaman Depan Museum Balanga |
Museum Balanga memiliki berbagai jenis koleksi hasil kebudayaan
material (benda budaya) yang dikelompokan menjadi koleksi ethnografi,
historika, arkeologi, keramologika, numismatika & heraldika. Sementara
benda alam dikelompokan menjadi koleksi biologika dan geologika. Koleksi museum
tersebut sebagian dipajang di 2 gedung sebagai pameran tetap, selebihnya ditata
di gudang koleksi.
![]() |
| Foto: Ruang Etnografi |
Di dalam museum terdapat sebuah ruangan yang disebut ruang pameran.
Dimana koleksinya ditata berdasarkan daur hidup, dimulai dari peralatan upacara
fase kelahiran, perkawinan dan kematian. Di sini kita akan melihat keunikan
senjata tradisional seperti Sumpit, Duhung, Mandau, Miniatur rumah panjang yang
disebut Rumah Betang, alat pengundang ikan yang disebut Mihing, Patung Sapundu
dan Hampatung Karuhei, Jimat Penyang, aneka barang kuningan, aneka tempayan
keramik asal Cina dari dinasti Ming dan Ching yang disebut Balanga dan piring
Malawen. Museum Balanga juga menerima sekitar seribu buah senjata sitaan yang
digunakan saat konflk etnis di Sampit tahun 2001 sebagai koleksi historika.
Beberapa pengelompokkan koleksi yang ada di dalam Museum Balanga: Geologika
(188 koleksi), Biologika (40 koleksi), Etnografika (1.383 koleksi), Arkeologika
(112 koleksi), Historika (1.116 koleksi), Numismatika/Heraldika (781 koleksi),
Filologika (4 koleksi), Keramologika (572 koleksi), Seni Rupa (5 koleksi),
Teknologika (53 koleksi).
![]() |
| Foto: Koleksi Ritual Tiwah |
Lokasi Museum Balanga
Museum Balanga sendiri berlokasi di Kota Palangka Raya, Provinsi
Kalimantan Tengah, Indonesia, tepatnya berada di Jalan Cilik Riwut Km. 2,5 dari
Bundaran Besar. Jika anda tidak menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa
menggunakan transportasi umum seperti Angkot (Angkutan Kota) dengan jalur
Jurusan A dengan tarif Rp.3.000,- untuk Pelajar yang mengenakan seragam
sekolah, dan Rp.5.000,- untuk Penumpang Umum, atau jika anda sudah terbiasa
menggunakan jasa transportasi online seperti Go-Jek ataupun Grab juga sangat
mudah di lalui dan di jangkau, dikarenakan jalan menuju Museum Balanga
sangatlah mudah bertepatan di pinggiran jalan raya Cilik Riwut.
Keberadaan Museum Balanga memang belum banyak diketahui oleh publik.
Bahkan masyarakat Kalteng (Kalimantan Tengah) sendiripun banyak yang masih
belum mengetahui dan belum mengenal baik itu tentang Museum Balanga maupun
keberadaan Museum Balanga, padahal museum ini ada sejak 1973.
![]() |
| Foto: Halaman Dala Museum Balanga |
Sejarah Museum Balanga
Museum Balanga dulunya merupakan Gedung Monumen Dewan Nasional (GMDN)
yang dibangun pada tahun 1963 dan kemudian diresmikan pada 6 April 1973 dengan
nama ‘Balanga’. Pada 26 November 1990, Direktur Jenderal Pendidikan dan
Kebudayaan, GVH. Vooger meresmikannya menjadi Museum Negeri Provinsi Kalimantan
Tengah ‘Balanga’. Kemudian dengan berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan
Tengah Nomor 64 Tahun 2008, museum negeri tersebut menjadi UPT. Museum
Kalimantan Tengah ‘Balanga’ di bawah pembinaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Prov. Kalimantan Tengah.
Berdasarkan program pengembangan wajib museum, UPT. Museum Balanga
mengemban tugas untuk pengembangan bersifat pendidikan budaya Suku Dayak di
Kalimantan Tengah seperti mengumpulkan dan mendokumentasikan benda-benda budaya
(artefaks) dan sumber daya alam, melakukan pengadaan dan pengkonservasian
benda-benda budaya untuk dipamerkan kepada masyarakat, serta menyajikan
benda-benda budaya yang dapat menarik minat publik untuk datang berkunjung ke
museum sehingga berfungsi sebagai tempat sarana pendidikan yang bersifat
budaya, penelitian, dan studi wisata.
Museum Balanga Sebagai Sarana Pendidikan
Museum Balanga selain menyimpan benda bersejarah juga untuk memperkenalkan
sejarah Orang-Orang Dayak Kalimantan Tengah sebagai sarana pembelajaran
pendidikan bagi para pelajar baik siswa maupun mahasiswa serta masyarakat umum
yang ingin belajar sejarah Kebudayaan Kalimantan Tengah dengan mengunjungi
Museum Balanga
Pelayanan Museum Balanga
Museum Balanga sendiri melayani kunjungan baik perorangan maupun rombongan
pada saat jam kerja atau jam buka museum, yakni pada; Senin-Jum’at: 08.00 -
15.00. Untuk pengunjung rombongan sebaiknya menghubungi museum via surat, fax
ataupun telpon agar pelayanan selama kunjungan di museum dapat maksimal. Untuk
Tarif baik itu perorangan maupun rombongan akan tetap dihitung perorangan
dengan rincian; TK/SD = Rp.1.500,-/orang, SMP/SMA/Sederajat = Rp.2.500,-/orang,
Perguruan Tinggi = Rp.3.500,-/orang, Dewasa/Umum = Rp.4.000,-/orang, Pejabat
Pusat/Daerah = Rp.4.500,-/orang, Turis Asing = Rp.20.000,-/orang.
Bagi pengunjung yang ingin pulang membawa oleh-oleh khas Kalimantan Tengah
dapat mengunjungi Galeri PLUT-KUMKM KalTeng yang beralamat di Jalan M. Husni
Thamrin, Palangka Raya, terdapat berbagai jenis produk dari berbagai usaha yang
ada di Kalimantan Tengah seperti makanan cemilan, teh, kopi, obat tradisional
Dayak, kerajinan tangan, Souvernir, dll., dari berbagai wilayah di Provinsi
Kalimantan Tengah, atau bisa juga dengan mengunjungi beberapa olahan kerajinan
di HAZ Store yang ada di wilayah Perumahan Danau Indah di Jalan Cilik Riwut Km.
7 Kota Palangka Raya.
Bagi para pengunjung yang ingin mencari tampat penginapan terdekat, bisa
mengunjungi Hotel City Inn yang beralamat di Jalan Antang Kota Palangka Raya
dengan tarif mulai Rp.230.000,-/malam, dan bisa juga mengunjungi Hotel Neo
Palma yang beralamat di Jalan Cilik Riwut Km. 1 No. 1 dengan tarif mulai dari
Rp.450.000,-/malam. Bisa juga mengunjungi Hotel Ratama yang beralamat di Jalan
Cilik Riwut Km. 4 Palangka Raya dengan tarif mulai Rp.350.000,/malam.











0 komentar:
Posting Komentar