This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Destinasi Taman Wisata di Kota Palangka Raya begitu indah "TAMAN PEMUDA"

 

Foto: Patung Pemuda Sisi Depan

  Taman Wisata kota yang terdapat sebuah ukiran Teks Ikrar Anak Bangsa Kalimatan Tengah ini resmi di sebut Taman Pemuda, dimana pada taman ini terdapat sebuah patung yang melambangkan semangat perjuangan para pemuda Indonesia di Kalimantan Tengah. Taman Pemuda ini di bangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan diresmikan oleh Bapak  A. Teras Narang, SH. Pada tanggal 28 Oktober 2011. Dimana beliau pada saat itu yang sedang dalam keadaan dan kondisi menjabat atau menduduki jabatan sebagai Gubernur Kalimantan Tengah. Dengan latar belakang beliau asli keturunan suku dayak atau orang dayak atau asli penduduk Pulau Kalimantan terindah ini. Monumen atau Tugu ini beserta taman sengaja dibuat agar para masyarakat Kalimantan Tengah mengetahui dan mengingat kembali bagaimana sejarah Pemuda Kalimantan Tengah atau sejarah anak bangsa Indonesia di Kalimantan Tengah beserta ikrar atau sumpah para Pemuda Bangsa Indonesia.

 

Foto: Patung Pemuda Sisi Kanan



KONDISI DAN KEADAAN TAMAN

 

  Pada Taman Pemuda ini terdapat sebuah taman yang berupa tanaman-tanaman sebagaimana taman biasanya dan terdapat sebuah tempat duduk untuk bersantai, ada pepohonan yang rindang yang dapat menaungi dan menyejukkan suasana taman. Dan yang pasti karena ini taman wisata yang masih berhubungan tentang sejarah Indonesia maka terdapat sebuah patung seorang Pemuda Indonesia yang sedang membawa sebuah Obor yang sebagai simbol semangat perjuangan dan kemerdekaan, dan patung tersebut berdiri di atas sebuah guci, dimana guci merupakan simbol kekayaan Kalimantan Tengah serta peninggalan bersejarah dari para leluhur suku dayak, disekitar patung tersebut dikeliling sebuah pagar yang melingkar untuk menjaga agar patung tersebut tetap aman dan asri sekaligus pagar tersebut untuk menghiasi taman dan dibagian sisi depan taman terdapat sebuah tulisan atau teks Ikrar Pemuda Anak Bangsa Kalimantan Tengah, yang sebagai simbolis bahwa Anak Bangsa Kalimantan Tengah juga merupakan bagian dari Pemuda Indonesia dan ikut serta dalam mewujudkan Sumpah Pemuda yang biasa diperingati pada tanggal 28 Oktober. 

 

Foto: Patung Pemuda Sisi Belakang


TERBUKA UNTUK UMUM

 

  Taman Pemuda ini sangat terbuka untuk umum, tidak ada tarif parkir, tidak ada tarif masuk, yang jelas siapa saja, kapan saja bebas mengunjungi Taman Pemuda ini bahkan jika ada yang berfoto dan berselfie ria tentunya sangat tidak dilarang, yang terpenting harus tetap menjaga kebersihan, keamanan dan kenyaman bersama.

 

 

LOKASI TAMAN PEMUDA


  Lokasi Taman Pemuda sangat cukup strategis karena diapit oleh Kantor Gubernur dan Bundaran Kecil di Kota Palangka Raya, untuk akses jalannya sendiri bisa dilalui lewat Jalan G. Obos, atau Jalan RTA. Milono dan Jalan Imam Bonjol. Untuk transportasi sudah sangat dipastikan bisa dengan mudah dilalui kendaraan apasaja selain kendaraan besar atau alat berat, dikarenakan posisi Taman Pemuda berada di pertengahn kota, bisa mengganggu para pengguna jalan lainnya.


Foto: Ikrar Anak Bangsa Kalimantan Tengah


PENGINAPAN TERDEKAT
 
  Jika pengunjung berasal dari tempat yang teramat sangat jauh bisa mencari penginapan terdekat yang sangat mudah dijangkau seperti halnya di Hotel Aquarius dengan tarif  mulai Rp.500.000,-/malam yang beralamat di Jalan Imam Bonjol. Di Sola Gracia Guest House dan Kost tarif mulai Rp.225.000,-/malam yang beralamt di Jalan Nyai Enat. Hotel Fairuz Syariah Palangka Raya dengan tarif mulai Rp.200.000,-/malam alamat di Jalan Damang Leman dan Wisma Thamrin 11 dengan tarif mulai Rp.150.000,-/malam beralamat di Jalan Thamrin.


BERWISATA WAJIB BERBURU OLEH-OLEH
 
  Sudah menjadi hal paling wajib jika sedang berlibur, berwisata atau sejenisnya untuk berburu oleh-oleh Khas wilayah tersebut, jika kalian semua berkunjung ke Kalimantan Tengah terutama ke Kota Palangka Raya, banyak sekali tempat penjual oleh-oleh, namun terpencar-pencar, nah di Kota Palangka Raya salah satu tempat yang mudah di jangkau, di cari dan terdapat lengkap sekali oleh-oleh Khas Kalimantan yang tentu nya berasal dari seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu di Galeri Plut Kalteng, Galeri Plut Kalteng ini adalah Kantor Plut dimana merupakan sebuah Instansi Pemerintah Provinsi yang menjadi Pelayanan Terpadu milik Dinas KUMKM, akan tetapi di Plut Kalteng ini terdapat sebuah Galeri Plut yang dijadikan sebagai wadah untuk membantu para umkm untuk memasarkan produknya dan di Galeri Plut ini berisikan semua produk-produk umkm khas kalimantan, seperti aneka kuliner, kerajinan tangan, obat tradisional, dll. Sehingga para pengunjung tidaklah lagi sulit untuk mencari oleh-oleh, karena Galeri Plut Kalteng ini sudah menjadi sebagai tempatnya pusat oleh-oleh di Kalimantan Tengah.

 

 

Wisata Museum Balanga Sekaligus Sarana Pendidikan Di Kota Palangka Raya

 

Foto: Museum Balanga


Museum Balanga atau beberapa orang kalimantan biasa menyebutnya Museum Guci yang dikarenakan dulunya terdapat banyak koleksi guci sebagai koleksi unggulan yang ada di museum tersebut. Museum Balanga adalah museum kebanggaannya warga Kalimantan Tengah, terutama warga Kota Palangka Raya, dimana museum tersebut memiliki banyak koleksi kebudayaan suku Dayak Kalimantan Tengah.

Foto: Halaman Depan Museum Balanga

  Museum Balanga memiliki berbagai jenis koleksi hasil kebudayaan material (benda budaya) yang dikelompokan menjadi koleksi ethnografi, historika, arkeologi, keramologika, numismatika & heraldika. Sementara benda alam dikelompokan menjadi koleksi biologika dan geologika. Koleksi museum tersebut sebagian dipajang di 2 gedung sebagai pameran tetap, selebihnya ditata di gudang koleksi.

Foto: Ruang Etnografi

   Di dalam museum terdapat sebuah ruangan yang disebut ruang pameran. Dimana koleksinya ditata berdasarkan daur hidup, dimulai dari peralatan upacara fase kelahiran, perkawinan dan kematian. Di sini kita akan melihat keunikan senjata tradisional seperti Sumpit, Duhung, Mandau, Miniatur rumah panjang yang disebut Rumah Betang, alat pengundang ikan yang disebut Mihing, Patung Sapundu dan Hampatung Karuhei, Jimat Penyang, aneka barang kuningan, aneka tempayan keramik asal Cina dari dinasti Ming dan Ching yang disebut Balanga dan piring Malawen. Museum Balanga juga menerima sekitar seribu buah senjata sitaan yang digunakan saat konflk etnis di Sampit tahun 2001 sebagai koleksi historika. Beberapa pengelompokkan koleksi yang ada di dalam Museum Balanga: Geologika (188 koleksi), Biologika (40 koleksi), Etnografika (1.383 koleksi), Arkeologika (112 koleksi), Historika (1.116 koleksi), Numismatika/Heraldika (781 koleksi), Filologika (4 koleksi), Keramologika (572 koleksi), Seni Rupa (5 koleksi), Teknologika (53 koleksi).

Foto: Koleksi Ritual Tiwah

 
 Lokasi Museum Balanga
 
  Museum Balanga sendiri berlokasi di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, tepatnya berada di Jalan Cilik Riwut Km. 2,5 dari Bundaran Besar. Jika anda tidak menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa menggunakan transportasi umum seperti Angkot (Angkutan Kota) dengan jalur Jurusan A dengan tarif Rp.3.000,- untuk Pelajar yang mengenakan seragam sekolah, dan Rp.5.000,- untuk Penumpang Umum, atau jika anda sudah terbiasa menggunakan jasa transportasi online seperti Go-Jek ataupun Grab juga sangat mudah di lalui dan di jangkau, dikarenakan jalan menuju Museum Balanga sangatlah mudah bertepatan di pinggiran jalan raya Cilik Riwut. 
 
Keberadaan Museum Balanga memang belum banyak diketahui oleh publik. Bahkan masyarakat Kalteng (Kalimantan Tengah) sendiripun banyak yang masih belum mengetahui dan belum mengenal baik itu tentang Museum Balanga maupun keberadaan Museum Balanga, padahal museum ini ada sejak 1973.

Foto: Halaman Dala Museum Balanga

 
Sejarah Museum Balanga
 
  Museum Balanga dulunya merupakan Gedung Monumen Dewan Nasional (GMDN) yang dibangun pada tahun 1963 dan kemudian diresmikan pada 6 April 1973 dengan nama ‘Balanga’. Pada 26 November 1990, Direktur Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan, GVH. Vooger meresmikannya menjadi Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah ‘Balanga’. Kemudian dengan berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 64 Tahun 2008, museum negeri tersebut menjadi UPT. Museum Kalimantan Tengah ‘Balanga’ di bawah pembinaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalimantan Tengah.
 
  Berdasarkan program pengembangan wajib museum, UPT. Museum Balanga mengemban tugas untuk pengembangan bersifat pendidikan budaya Suku Dayak di Kalimantan Tengah seperti mengumpulkan dan mendokumentasikan benda-benda budaya (artefaks) dan sumber daya alam, melakukan pengadaan dan pengkonservasian benda-benda budaya untuk dipamerkan kepada masyarakat, serta menyajikan benda-benda budaya yang dapat menarik minat publik untuk datang berkunjung ke museum sehingga berfungsi sebagai tempat sarana pendidikan yang bersifat budaya, penelitian, dan studi wisata.


Museum Balanga Sebagai Sarana Pendidikan
 
        Museum Balanga selain menyimpan benda bersejarah juga untuk memperkenalkan sejarah Orang-Orang Dayak Kalimantan Tengah sebagai sarana pembelajaran pendidikan bagi para pelajar baik siswa maupun mahasiswa serta masyarakat umum yang ingin belajar sejarah Kebudayaan Kalimantan Tengah dengan mengunjungi Museum Balanga


Pelayanan Museum Balanga
 
        Museum Balanga sendiri melayani kunjungan baik perorangan maupun rombongan pada saat jam kerja atau jam buka museum, yakni pada; Senin-Jum’at: 08.00 - 15.00. Untuk pengunjung rombongan sebaiknya menghubungi museum via surat, fax ataupun telpon agar pelayanan selama kunjungan di museum dapat maksimal. Untuk Tarif baik itu perorangan maupun rombongan akan tetap dihitung perorangan dengan rincian; TK/SD = Rp.1.500,-/orang, SMP/SMA/Sederajat = Rp.2.500,-/orang, Perguruan Tinggi = Rp.3.500,-/orang, Dewasa/Umum = Rp.4.000,-/orang, Pejabat Pusat/Daerah = Rp.4.500,-/orang, Turis Asing = Rp.20.000,-/orang. 
 
    Bagi pengunjung yang ingin pulang membawa oleh-oleh khas Kalimantan Tengah dapat mengunjungi Galeri PLUT-KUMKM KalTeng yang beralamat di Jalan M. Husni Thamrin, Palangka Raya, terdapat berbagai jenis produk dari berbagai usaha yang ada di Kalimantan Tengah seperti makanan cemilan, teh, kopi, obat tradisional Dayak, kerajinan tangan, Souvernir, dll., dari berbagai wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah, atau bisa juga dengan mengunjungi beberapa olahan kerajinan di HAZ Store yang ada di wilayah Perumahan Danau Indah di Jalan Cilik Riwut Km. 7 Kota Palangka Raya. 

        Bagi para pengunjung yang ingin mencari tampat penginapan terdekat, bisa mengunjungi Hotel City Inn yang beralamat di Jalan Antang Kota Palangka Raya dengan tarif mulai Rp.230.000,-/malam, dan bisa juga mengunjungi Hotel Neo Palma yang beralamat di Jalan Cilik Riwut Km. 1 No. 1 dengan tarif mulai dari Rp.450.000,-/malam. Bisa juga mengunjungi Hotel Ratama yang beralamat di Jalan Cilik Riwut Km. 4 Palangka Raya dengan tarif mulai Rp.350.000,/malam.